Tuesday, April 27, 2010

entah apa itu tawa

Posted by f. surya pramudya

aku bahagia ketika yang kulakukan ternyata tidak sia-sia
aku hanya ingin terus ada disana ketika melihat nya bahagia

ketika ternyata akhirnya aku harus tertawa
ketika ternyata akhirnya aku lepas dari dunia
ya, air mata bukan selalu untuk duka, ketika terlihat indah saat sedang merona
ketika setiap peristiwa selalu punya dua makna, dua dunia.
dua rasa yang mustahil sama, bergantung pada rasa dan logika

aku bahagia ketika yang kulakukan ternyata tidak sia-sia
aku hanya ingin terus ada disana ketika melihat nya bahagia

terkadang, hanya api yang membuatku membara, karena tak sampai tujuan logika.
aku tetap manusia dibalik dunia, yang sejak dulu tak kulihat dengan mata
karena terkadang, hanya api jua lah yang membuat ku tetap tertawa, membuatku bicara, membuatku mengubah dunia
entah dalam diri ini suka atau pun duka, mungkin aku tetap bahagia.

aku bahagia ketika yang kulakukan ternyata tidak sia-sia
aku hanya ingin terus ada disana ketika melihat nya bahagia

mereka hanya manusia, tidak tahu ada siapa dibalik apa, dimana, bagaimana dan mengapa
mereka tidak akan pernah tahu indah nya surga tanpa meninggalkan dunia.
tidak akan pernah tahu perihnya neraka tanpa lepas dari raga. ya, hanya mereka..
ia yang tahu akan berusaha tertawa, berusaha untuk bicara tanpa berkaca, berusaha berdiri dalam berat beban dunia
berusaha untuk tetap mencintainya apa adanya, meski ia tidak rela..

aku bahagia ketika yang kulakukan ternyata tidak sia-sia
aku hanya ingin terus ada disana ketika melihat nya bahagia

Saturday, April 10, 2010

heningnya kawan

Posted by f. surya pramudya

diam-diam aku menggertak dalam gelapnya malam
ketika kaki ku menghentak serentak, membuat mata rasanya tak ingin terpejam
aku yang tak bisa tenggelam dalam suram, kini tak akan lagi diam.
sambil memandang kepalan tangan yang sedang geram, tertawa kecil pada dunia yang kian kejam.

aku dan heningnya malam yang mulai sekarang takkan kuhiarukan
karena aku tahu ia bukan lawan, melainkan kawan

aku tak ingat lagi rasanya hati yang terus ingin tercurah.
tak ingat lagi rasanya pasrah bila jiwa ini sedang gelisah
bukan perkara ia tertutup oleh marah, tapi memilih untuk berpaling dan menyerah
sesuatu yang kuanggap berkah, takkan pernah sekalipun kuladeni dengan amarah


aku dan heningnya malam yang mulai sekarang takkan kuhiarukan
karena aku tahu ia bukan lawan, melainkan kawan

mereka salah! karena segala harapan belum tentu membuatmu luar biasa
aku tahu rasanya seorang dewa yang harus tunduk pada manusia
bertekuk lutut dengan nafasnya yang membara, saat dalam hatinya sedang tertawa
padahal tahu dengan sekejap ia bisa membuatnya menderita.

namun tak sanggup karena rasa yang jauh melebihi cinta manusia yang fana.
ketika harta tidak bisa menembus rasa, tinggal keinginan tersisa agar ia bisa bahagia





jam 01.13-01.20 dini hari, h-1 sebelum simak ui. setelah sedikit kepo dan terinspirasi.

Wednesday, March 31, 2010

sempurnanya sebuah kenapa

Posted by f. surya pramudya

entah kenapa aku hanya bisa tertawa dalam peliknya kata
mungkin sejenak memikirkan duka, sontak bergema menjadi bahagia
bahagia bagiku bukan rasa, bukan juga relatifnya manusia
manusia yang selalu melihat dengan mata, dan mendengar lewat telinga
karena ia yang aku puja tidak ada dalam dunia, hanya ada dalam setiap jiwa

hidup ku sempurna, ketika aku tak lagi meminta dan memaksa

hidup ku sempurna, ketika aku tertawa melihatnya bahagia..

aku tidak peduli harus mulai darimana, karena aku tidak bisa bicara
semua tampak sama, seperti sebuah titik dalam berputarnya roda.
entah kenapa aku bisa tahu semua, tanpa harus berkata, tanpa sedikit pun membuka telinga
entah kenapa aku harus tahu semua, semua yang ternyata tidak nyata
membuat ku tidak lagi melihat dengan mata, karena yang nyata ternyata tidak ada

hidup ku sempurna, ketika aku tak lagi meminta dan memaksa
hidup ku sempurna, ketika aku tertawa melihatnya bahagia..

aku diam saat aku ingin bicara, karena aku tahu rasanya suasana
keadaan yang membuat ku bisa mengeja, bahkan untuk ia yang kini sedang bahagia
aku tahu bodohnya manusia, ia yang buta dan tidak bisa menerima
tidak mau menoleh dan berdalih dusta, disaat ia yang mau menerima terlanjur berduka
kini tak bisa lagi merasa apalagi mendengar tawa bahagia


"sejatinya manusia, adalah ia yang bisa melihat dunia ketika ia menutup mata"

Monday, March 01, 2010

cukup satu

Posted by f. surya pramudya

cukup satu frasa, ketika mataku berkaca dan membaca rima kata hatinya
cukup satu bahasa, ketika logika mulai bertanya dan terus menganggukkan kepala

cukup untuk tahu bahwa ia terpaku, tak bisa melepas diri dari nafsu
membuat mu berharap untuk bisa merona dalam fana, meski ia yang sesungguhnya ada tak bisa terbaca
tersembunyi dibalik kecilnya nyali, hanya mampu berbisik dibalik air yang gemercik
terus mengaku bahwa dirinya tahu sesuatu
ya, suara jiwa yang tak peduli rupa dan strata . . .

cukup untuk sadar bahwa kau tetap bersandar, tak jua bergeming
meski bayangan nan indah dalam angan mulai memudar, mengering
terus menggiring seakan berbisik dan menghasut untuk terus berpaling

cukup satu frasa, ketika mataku berkaca dan membaca rima kata hatinya
cukup satu bahasa, ketika logika mulai bertanya dan terus menganggukkan kepala

sesuatu yang hanya membakar amarah, membuatnya terus melirik tanpa rasa bersalah
tak kuasa untuk lari dari sebuah permainan, meskipun hanya ada dalam pikiran
indahnya perkataan, dan hangatnya genggaman tangan yang membelenggu kesadaran, memutar kenyataan
aku yang tak pernah salah, kini terpaksa menyerah

cukup satu yang aku perlu untuk menggenggam harapmu
bukan aku, tapi hatiku yang tertunduk malu sambil menyebut,
. . . waktu




(maap berantakan,udah mau les..)

Wednesday, February 17, 2010

aku kembali

Posted by f. surya pramudya

semua yang ada dalam aku ingin rasanya berteriak
pikiranku tak berusaha memberontak, saat jantung mulai berdetak dan emosiku bergejolak

ya aku kembali, seperti dulu dikala aku sangat mengerti

hanya mereka yang mengerti dunia dibalik kacamata
ketika hariku habis tak bersisa hanya untuk ia yang tak kucinta
aku mungkin masih tertawa, namun bukan tawa bahagia
tawa yang tidak peduli lawan bicara, tawa yang tidak melihat rupa
aku benci saat harus jujur dalam berkata, kalau semua ini terus menghantui pikiranku yang fana, yang selalu haus akan rasanya dunia..

aku kembai, layaknya anak kecil yang tak peduli dunia
entah mengapa, aku merasa perjalananku terasa tidak sia-sia
aku yang kembali dari diri seorang manusia yang hanya seonggok rupa tanpa rasa
aku yang dahulu kala kembali seperti semula, serupa tapi tak sama
aku yang tak lagi berdusta bahwa aku benar cinta padanya

ya, dirinya yang aku takkan pernah punya
seorang di dunia yang membuatku yang tak bisa berkata saat bertatap mata

Sunday, February 14, 2010

yes, i'm busy lately

Posted by f. surya pramudya

so sorry that i was so busy lately just doing my own stuff, wasting time until 2 o'clock in the morning instead of studying for national exam. so sorry too for someone that i didnt care enough lately. sounds like selfish but boys have their own mind..

i did learn so much from him/her..
now i'm trying to care about my own life and my one and only ....

Wednesday, February 10, 2010

dia, hari dan analogi

Posted by f. surya pramudya

tak sedetik pun pernah aku menganggap hidup ini pasti
walau tak sampai aku berpikir bahwa ini semua hanya ironi
hanya aku, aku yang tidak pernah tertusuk duri
aku yang nyaris sempurna, egois dan tidak tahu diri

hanya aku yang mengerti, hanya aku yang menyadari.
aku yang tidak akan memakai mantra illahi, untuk sekedar mengisi kekosongan hati

kami tidak akan pernah bisa menguasai diri, meski rasa itu benar datang dari hati
tak mudah rasanya untuk tidak bermain dengan rona nya mentari.
indahnya fantasi takkan menghalangi datangnya pagi kami
meski jiwa ini ingin terus dalam lautan, menari dan tak kunjung henti.

hanya aku yang mengerti, hanya aku yang menyadari.
benang merah yang tak akan pernah mati, hanyalah sebatas analogi.